Pelajar SMP di Bontang Disuluh Gizi, Dinkes: Remaja Harus Jauhi Junk Food!

Kepala Dinkes Bontang, dr Bahauddin berfoto bersama narasumber dan peserta seminar pencegahan dan penurunan stunting, serta gizi seimbang remaja, Rabu (24/7/2019) pagi. (FITRI/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menggelar seminar pencegahan dan penurunan stunting, serta gizi seimbang remaja, Rabu (24/7/2019) pagi. Ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (Hani). Sekaligus memeriahkan rangkaian festival hari anak Kota Bontang.

Kegiatan ini menyesuaikan tema Hari Anak Nasional, yakni “Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak”. Sementara tema seminar ialah gizi seimbang anak remaja untuk pertumbuhan optimal.

Dihelat di Ruang Auditorium 3 Dimensi. Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 siswa-siswi perwakilan SMP Se-Kota Bontang.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Nur Asmah menuturkan. Seminar ini bertujuan akan beberapa hal. Yakni memberikan informasj tentang gizi seimbang untuk remaja. Dalam rangka pencapaian pertumbuhan optimal.

Memberi edukasi perihal dampak klinis pada remaja yang disebabkan oleh asupan gizi tak seimbang. Serta, meningkatkan kesadaran publik, yang dimulai dari para remaja. Guna mengubah perilaku konsumsi makanan bergizi dan seimbang.

“Diharapkan seminar ini akan memberi pencerahan dan pengetahuan bagi para peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bontang, dr Bahauddin dengan separuh berguyon menjelaskan. Sejak dini remaja harus diedukasi mengenai pentingnya menakar “piring makanan” dengan gizi seimbang. Makan jangan asal kenyang, namun harus memikirkan soal kandungan gizi pula.

Selain itu, ia meminta agar remaja menjauhi junk food. Lantaran bukan saja tak baik bagi kesehatan. Pun makanan itu kandungan gizinya kurang, namun justru kelebihan minyak, garam, dan gula.

Usai dibuka Kepala Dinkes Bontang, Bahauddin. Agenda dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh 2 narasumber. Yakni, ahli gizi dari RSUD Taman Husada, yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bontang, dr Wijayanto.

Ia bakal memparkan dampak klinis kurang gizi bagi anak remaja. Sementara Setyo Harry Jayanto dari gizi dari Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Bontang, akan menyampaikan materi gizi seimbang anak remaja: isi piringku.

Sebagai informasi. Kegiatan ini dihelat 2 hari, mulai 24-25 Juli 2019. Bagian dari rangkaian Festival Hari Anak Kota Bontang, yang puncaknya bakal dihelat pada Sabtu, (28/7/2019) mendatang. (INFORIAL)

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Said NR