Pencegahan Eksema pada Bayi

http://bucket.docquity.com/journals/editor/file-42e12e2675909b098e610c3f7f2471b4.jpg

Ringkasan

  • Pemberian ASI dan pola makan ibu berperan penting dalam pencegahan eksema
  • Peningkatan kadar vitamin D pada bayi baru lahir dikaitkan dengan penurunan risiko mengalami eksema.
  • Pemberian pelembap secara rutin dapat membantu mencegah timbulnya eksema.

Perawatan bayi dengan eksema dapat menjadi masalah yang berat pada anggota keluarga maupun tenaga kesehatan. Pada umur tersebut, bayi hanya dapat menunjukkan rasa sakit melalui tangisan, yang sering menjadi tak tertahankan bagi para orang tua. Terkadang dokter anak, dokter kulit, dan dokter umum mengalami kesulitan dalam menangani atau mencegah eksema pada bayi. Area yang paling terpengaruh pada bayi adalah tangan, leher, siku, dan bagian belakang lutut. Cara terbaik untuk menghentikan atau meminimalisasi eksema pada bayi adalah dengan membantu memberikan rekomendasi kepada pasien dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.

Nutrisi dan Alergi Makanan

Pemberian ASI dan pola makan ibu berperan penting dalam pencegahan eksema. Sebagian besar penderita eksema adalah bayi atau anak yang masih kecil. Dapatkah intervensi non- farmakologi mencegah atau meredakan perkembangan penyakit ini? Apakah pemberian ASI dan perubahan pola makan ibu dapat mencegah timbulnya eksema? BerdasarkanAmerica Academy of Pediatrics, ibu yang menyusui disarankan berhenti mengkonsumi makanan yang dapat memicu alergi seperti kacang-kacangan, contohnya kacang mete. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI hingga usia 2 tahun untuk mencegah eksema. 1

Berdasarkan pedoman Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA) tentang pemberian makan bayi, wanita hamil dan menyusui disarankan mengkonsumsi 3 porsi ikan (dengan kandungan omega-3) setiap minggu, yang dapat menurunkan kemungkinan terjadinya eksema pada bayi. Ikan yang disarankan adalah salmon, ikan belanak, silver perch, trout pelangi, tuna, sarden, dan kakap. 2

Kadar Vitamin D yang Rendah

Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita hamil, menemukan bahwa bayi dengan kadar vitamin D rendah saat dilahirkan memiliki risiko tertinggi mengalami eksema pada usia 5 tahun. 3

Dari penelitian yang diterbitkan pada tahun 2012 di Australia, para peneliti meneliti kadar vitamin D pada ibu dan bayi serta meneliti apakah bayi tersebut kemudian mengalami eksema. Mereka menemukan beberapa fakta: 4

  • Eksema sering terjadi pada bayi; sekitar sepertiga bayi mengalami eksema
  • Rendahnya kadar vitamin D saat lahir ditemukan pada bayi yang menderita eksema di satu tahun pertama kehidupannya.
  • Setiap peningkatan kadar vitamin D sebanyak 4 ng/ml pada bayi dikaitkan dengan penurunan risiko menderita eksema sebesar 13%.

Pemberian Pelembap Rutin

Terapi topikal adalah dasar dari pencegahan eksema dan apabila digunakan dengan intervensi lain dapat juga menghindari komplikasi. Penggunaan pelembap secara teratur dapat meningkatkan fungsi pertahanan kulit dan mengurangi kehilangan air trans-epidermal, sehingga menjaga dan meningkatkan hidrasi kulit. Pelembap telah diindikasikan sebagai terapi utama, terutama pada eksema ringan dan terapi tambahan untuk kasus sedang atau berat. Secara klinis, pelembap dapat mengurangi tanda dan gejala eksema, seperti eritema, pecah-pecah, dan pruritus, sehingga mengurangi gejala klinis berupa gatal-gatal dan luka goresan. 5

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipresentasikan di Konferensi dan Kongres Ilmiah Internasional dari Asosiasi Alergi dan Imunologi Brazil di Rio de Janeiro, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pelembap sejak lahir adalah pendekatan yang mudah, aman, dan efektif untuk pencegahan eksema. 6

Langkah Pencegahan Lain

  • Perlindungan Kulit: Dokter dapat menyarankan penggunaan pelembap setiap hari secara rutin untuk menghindari terjadinya eksema, penggunaan sabun pada kulit sensitif bayi, dan memberikan pakaian berbahan katun. Beberapa anak mungkin membutuhkan kompres yang fungsinya mendinginkan, melindungi dan merehidrasi kulit. Beberapa anak juga dapat merasakan manfaat dengan menggunakan sarung tangan saat malam hari dan menjaga kukunya tetap pendek.
  • Mengobatai Serangan Eksema: Ketika gejala muncul, berikan terapi salep, krim atau losion untuk kulit kering dan sensitif .

Begitu eksema tercetus, dokter harus membuat rencana pengurangan dan pencegahan eksema, yang akan membantu terapi apakah yang paling efektif saat terjadinya serangan.


Sumber

  1. Breastfeeding and role of atopic dermatitis.
  2. ASCIA Guidelines – infant feeding and allergy prevention.
  3. Vitamin D level in children is correlated with severity of atopic dermatitis but only in patients with allergic sensitizations
  4. Correlation between serum 25-hydroxyvitamin D levels and severity of atopic dermatitis in children.
  5. Guidelines of care for the management of atopic dermatitis: Section 2. Management and treatment of atopic dermatitis with topical therapies.
  6. Application of moisturizer to neonates prevents development of atopic dermatitis.

Comments are closed.