Penggunaan Rokok Elektrik Meningkat 80 Persen di Kalangan Remaja AS

Jakarta – Vaping atau rokok elektrik meningkat hampir 80 persen di kalangan pelajar sekolah menengah atas dan 50 persen di pelajar sekolah menengah pertama sejak tahun lalu. Hal ini mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat membuat kebijakan baru terhadap peredaran produk tersebut.

“Data ini mengejutkan hati nurani saya,” kata Komisaris FDA dr Scott Gottlieb, dikutip dari CNN. Data tersebut membuatnya mengusulkan untuk memperkuat kebijakan terhadap produk rokok elektrik dan meminta penghapusan dari situs web yang bisa diakses oleh anak di bawah umur.

Para ahli kesehatan khawatir produk ini dapat berdampak pada fungsi otak anak dan membuat mereka kecanduan nikotin dan menjadi gerbang untuk merokok bahkan menggunakan obat-obatan lainnya.

“Data tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak yang memakai rokok elektrik akan cenderung mencoba rokok yang akan berisiko pada masa depan mereka,” ungkapnya.

Konsumen dan ahli kesehatan telah berdebat untuk kurun waktu yang lama mengenai penggunaan rokok elektrik. Beberapa orang menganggap rokok elektrik sebagai media agar orang dewasa berhenti merokok, namun para ahli kesehatan menganggap tidak ada bukti yang baik untuk mendukung pernyataan tersebut.

“Kami berkomitmen untuk memanfaatkan otoritas kami yang menarketkan produk ini kepada anak-anak. Ini adalah salah satu prioritas tertinggi kami,” pungkasnya.

Khadijah Nur Azizah - detikHealth

Comments are closed.