Pertolongan Pertama untuk Anak Alergi Antibiotik

Jangan panik! Lakukan ini untuk menangani anak yang mengalami alergi antibiotik.

Klikdokter.com, Jakarta Terkadang orang tua tidak tahu bahwa anak alergi antibiotik atau memiliki alergi obat lainnya. Biasanya saat Anda pergi ke dokter, dokter akan menanyakan, “Apakah anaknya ada alergi obat, Bu? Misalnya, alergi antibiotik tertentu atau jenis obat lain?” Tujuan dari pertanyaan itu adalah untuk menghindari reaksi alergi pada tubuh anak, yang nantinya dapat membahayakan nyawanya.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik memiliki cara kerja masing-masing sesuai dengan jenisnya, seperti broad spectrum dan narrow spectrum. Tentunya pemilihan antibiotik didasarkan pada kondisi dan penyakit yang dimiliki oleh seseorang.

Terdapat golongan obat antibiotik yang sering mencetuskan reaksi alergi, antara lain golongan penisilin dan sulfonamide. Obat-obatan golongan lain juga tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan alergi, seperti obat antikejang maupun obat penurun demam (seperti ibuprofen, aspirin, parasetamol).

Apa itu alergi antibiotik?

Alergi antibiotik adalah reaksi abnormal dari sistem imun tubuh terhadap obat-obatan antibiotik. Kondisi ini dapat muncul cepat atau lambat, tergantung pada respons tubuh. Gejalanya juga bisa ringan hingga berat dan mengancam nyawa.

Reaksi alergi ringan dapat berupa ruam merah pada kulit disertai dengan gatal, bersin-bersin, hidung tersumbat, serta mata merah dan berair. Sedangkan pada reaksi berat, akan terjadi syok anafilasis yang umumnya dapat mengancam nyawa. Tanda dan gejala anafilaksis meliputi sesak napas, keringat dingin seluruh tubuh, bengkak pada lidah, susah berbicara ataupun menelan, mual muntah, nyeri perut, diare, hingga kehilangan kesadaran.

Bagaimana menangani alergi antibiotik?

Jangan panik jika anak Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi antibiotik atau obat-obatan jenis lain. Reaksi alergi bisa muncul pada siapa saja, termasuk orang yang tidak punya riwayat alergi sebelumnya.

Jika timbul reaksi alergi ringan, seperti ruam merah pada tubuh disertai dengan gatal-gatal, Anda dapat memberikan losion calamine dan mandi dengan air dingin untuk menguranginya.

Beberapa obat dapat digunakan seperti obat antihistamin dan kortikosteroid. Akan tetapi, Anda harus memperhatikan tingkat keparahan dan perhitungan dosis yang sesuai dengan berat badan anak. Meski begitu, tidak ada salahnya menyimpan obat-obatan tersebut di kotak obat rumah sebagai persiapan.

Jika usaha-usaha tersebut belum dapat mengurangi gejala, Anda bisa membawa anak ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana jika muncul reaksi berat secara mendadak seperti sesak napas dan penurunan kesadaran? Segerakah bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti UGD, untuk mendapatkan pertolongan karena diperlukan suntikan epinefrin. Ini berguna untuk meningkatkan tekanan darah dan membantu penderita bernapas kembali. 

Saat dalam perjalanan menuju ke fasilitas kesehatan, langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Memperhatikan tanda-tanda vitalnya, seperti meraba denyut nadi dan menghitung laju napasnya dalam 1 menit.
  2. Usahakan untuk menjaga jalan napas anak agar tetap terbuka (misalnya, dengan menengadahkan kepalanya ke atas, tidak menunduk).
  3. Berikan selimut agar kehangatan tetap terjaga dan terhindar dari hipotermia.
  4. Catat obat yang menyebabkan alergi pada anak Anda.
  5. Jangan lupa untuk memberitahu gejala-gejala yang muncul kepada tenaga medis.

Gejala anak alergi antibiotik dapat berbeda-beda pada setiap anak. Ada baiknya, Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika anak akan mengonsumsi suatu obat tertentu. Bila perlu, lakukan tes alergi untuk mencegah terjadinya reaksi alergi.

[RS/ RVS]

Oleh: dr. Devia Irine Putri

Comments are closed.